KEAMANAN WEB
Setelah situs web anda selesai dibuat dan telah berjalan (online), anda harus memeliharanya agar situs anda tetap eksis. Pemeliharaan dalam hal ini berarti memonitor dan mengevaluasi, memperbaharui(update), menjaga dan mengawasi situs.
Memperbaharui situs web merupakan salah satu cara untuk mempertahankan pengunjung. Dalam memperbaharui web, anda harus mengetahui apa yang sekiranya dibutuhkan oleh pengunjung.
Pentingnya Keamanan Web
Keamanan situs web merupakan jaminan eksistensi situs anda. Dalam dunia internet, banyak sekali kemungkinan terjadi penyerangan terhadap suatu situs. Secanggih apapun teknologi yang Anda gunakan tanpa adanya keamanan tidak akan menjamin situs Anda akan bertahan hidupnya. Apalagi dalam kalangan bisnis, keamanan web ini sangatlah penting agar tidak mengacaukan perusahaan.
Secara garis besar ancaman yang sering terjadi antara lain :
• Sabotase akses, adalah usaha penyerangan melalui bug yang ditemukan pada web server atau mengakses file-file sistem secara tidak sah untuk mengambil alih sistem secara total dengan autentikasi superuser
• Pelanggaran individu, ialah penyebaran informasi-informasi penting dan rahasia kepada user yang tidak sah oleh pemilik situs. Hal ini bisa dilakukan baik secara sadar maupun secara tidak sadar. Misal ketika pemilik situs memberitahu username dan password login masuk ke CPanel situsnya kepada temannya / orang lain.
• Penyadapan dan pengedaran data. Seseorang dapat melakukan penyadapan data-data (seperti transaksi-transaksi online) yang memancar / mengalir setiap waktu antara browser-browser klien dan web server.
• Denial of Service (DoS). DoS merupakan tipe pelanggan yang sangat populer saat ini. Pelanggaran ini hampir terjadi setiap saat dan banyak situs yang telah menjadi korbannya.
Untuk mencegah terjadinya serangan, anda dapat menggunakan fasilitas Firewall. Dengan adanya Firewall, anda dapat melindungi file-file sistem yang merupakan sasaran utama penyerangan. Selain itu anda dapat menggunakan program Intruder Detection System (IDS) untuk memberikan peringatan jika terjadi serangan.
Keamanan Web Server
Sebagai webmaster Anda juga perlu untuk memahami mengenai faktor-faktor keamanan web server. Hal ini demi berlangsungnya ketahanan dan umur situs Anda apabila hendak dikenai gangguan dari luar. Sebelum meluncurkan situs Anda pastikan bahwa web server yang Anda gunakan dalam keadaan aman.
Beberapa hal yang dapat membantu mengamankan web server :
• Hindari sering mengakses web server sebagai Administrator atau Superuser. Akan lebih aman jika Anda menggunakan user dengan hak akses yang terbatas.
• Seorang webmaster juga bisa dikatakan sebagai Administrator dari web yang dikelolalnya. Sebagai Administrator Anda harus terbiasa dengan semua konfigurasi yang ada di web server Anda. Mana konfigurasi yang terbaik dan tepat untuk web server Anda.
• Selalu sertakan file index.htm / index.html / index.asp / index.php / default.htm di dalam setiap folder ./ direktori yang ada di web server Anda. Hal ini karena sebuah situs akan membaca file-file tersebut sebagai file yang pertama kali dibaca ketika mengakses web Anda. Apabila file-file tersebut tidak ada satupun maka browser akan menampilkan isi folder web Anda sehingga penunjung dapat melihat isi dari web server Anda.
• Berhati-hatilah dalam menggunakan Server Side Includes (SSI). Lebih baik non aktifkan jika Anda tidak ingin menggunakannnya.
• Berhati-hatilah ketika menulis / menginstal script-script server side seperti PHP, ASP,CGI, dan lain-lain.
• Lakukan pengamatan terhadap file-file log pada web server secara berkala dan teratur. Juga amati aktivitas yang dilakukan oleh pengunjung pada situs Anda.
• Gunakan enkripsi untuk mengamankan data-data yang bersifat sangat rahasia apabila Anda ingin mengirimnya melalui koneksi internet (WWW)
• Proteksi file-file log Anda dari akses publik. Sehingga file-file tersebut hanya dapat diakses oleh orang-orang tertentu yang berhak.
Keamanan Password
Keamanan dengan menggunakan password adalah salah satu cara pengamanan yang sangat sederhana dan mudah tetapi beresiko tinggi. Dikatakan sederhana karena hanya menggunakan kata-kata (kombinasi huruf) sebagai kunci masuk ke dalam sebuah sistem.
Tetapi juga beresiko tinggi seperti seringnya user ceroboh dalam menggunakannya, menaruh / menyimpan password di tempat yang sembarangan, menggunakan kata-kata yang seringkali mudah ditebak. Selain itu password juga relatif lebih mudah dicuri.
Keamanan Komunikasi
Keamanan password tidaklah cukup karena kita ketahui bahwa cracker dapat melakukan penyadapan data-data yang mengalir antara browser-browser klien dan web server. Untuk itulah kita dapat menggunakan teknologi enkripsi link-link komuikasi. Dalam hal ini banyak program pembantu dapat diaplikasikan, beberapa contohnya yang populer adalah :
• Secure Socket Layer (SSL)
• Secure HTTP (S-HTTP)
• Pretty Good Privacy (PGP)
Web server yang menggunakan teknologi enkripsi ini memerlukan sertifikat digital khusus untuk dapat beroperasi dan biasanya sertifikat ini harus diperbarui tiap tahunnya atau per periode tertentu.
Informasi Sekuriti Web
Seorang webmaster juga harus selalu berusaha mengikuti perkembangan dunia web dari masa ke masa. Terutama juga mengenai isu-isu keamanan dunia web. Tindak-tindak pelanggaran keamanan terkini dan bagaimana cara mengatasinya. Hal ini agar keamanan situs web yang di peliharanya tetap relatif terjaga.
Kamis, 02 Desember 2010
Minggu, 21 November 2010
Konsep Web 2.0
Istilah web 2.0 menjadi terkenal semenjak O’Reilly Media Web 2.0 Conference di tahun 2004. Meskipun sudah menjadi pembicaraan sejak tahun 2004, Web 2.0 bukanlah kata yang familiar bagi pengguna internet. Masih banyak pengguna yang mempertanyakan maksud dan manfaat dari penggunaan Web 2.0, terutama jika dibandingkan dengan web yang telah mereka kenal selama ini.
Ketika Web 2.0 disebut sebagai tahap kedua dari perkembangan web yang telah ada saat ini, muncul kekhawatiran akan tidak kompatibelnya versi web tersebut dengan program web browser yang dimiliki pengguna. Padahal tidak ada satupun teknologi di sisi pengguna (client) yang perlu di-upgrade untuk dapat mengakses web tersebut. Perkembangan web 2.0 lebih menekankan pada perubahan cara berpikir dalam menyajikan konten dan tampilan di dalam sebuah website. Sebagian besar cara berpikir tersebut mengadaptasi gabungan dari teknologi web yang telah ada saat ini.
Web 2.0 merupakan teknologi web yang menyatukan teknologi-teknologi yang dimiliki dalam membangun web. Penyatuan tersebut merupakan gabungan dari HTML, CSS, JavaScript, XML, dan tentunya AJAX.
Secara historis, web 2.0 adalah come back dari bisnis web semenjak tragedi dotcom bubble burst di tahun 2000. Sementara secara teknis, web 2.0 adalah satu pengklasifikasian “wajah baru dari web” dimana karakteristik pertukaran data many-to-many terjadi, tidak seperti web 1.0, hanya mereka yang memiliki pengetahuan mengenai web (programming n design, or geek) atau para pemilik modal yang mampu menghire programmer yang mampu menyediakan konten (teks, gambar, musik) di web. Sehingga pertukaran data yang terjadi adalah one-to-many atau sedikit-ke-banyak.
Sederhananya, web 2.0 adalah klasifikasi dari web (yang kemudian berevolusi menjadi lebih dari sekedar klasifikasi: sebuah era) yang membuat ‘semua orang’ yang terhubung ke web mampu menyediakan dan mendistribusikan konten (teks, grafis, dll) di web. Website yang membuat orang dapat berbagi konten di web dengan mudahnya (tidak perlu pengetahuan pemrograman web pun bisa berbagi data di web) adalah web 2.0: Blog, Photo Sharing (flickr), Video Sharing (YouTube), Presentation Sharing (Slideshare.net), Social Networking (facebook, myspace, friendster, linkedIn, etc) dll.
Tujuh Karakteristik
Meskipun definisi Web 2.0 belum secara solid diformulasikan, terdapat tujuh
prinsip yang mendasari karakter Web 2.0. Karakter tersebut antara lain
1. The Web as Platform
Aplikasi Web 2.0 menggunakan Web (atau Internet) sebagai platformnya. Apa sih yang dimaksud dengan platform ? Platform di sini adalah tempat suatu aplikasi dijalankan. Contoh platform yang terkenal adalah Windows, di mana ada aplikasi-aplikasi seperti Microsoft Office dan Adobe Photoshop. Menggunakan Internet sebagai platform berarti aplikasi-aplikasi tersebut dijalankan langsung di atas Internet dan bukan di atas satu sistem operasi tertentu. Contohnya adalah Google yang bisa diakses dari sistem operasi mana pun. Contoh lainnya adalah Flickr yang juga bisa diakses dari sistem operasi mana pun.
Kelebihannya jelas, aplikasi-aplikasi Web 2.0 ini tidak lagi dibatasi sistem operasi seperti pada Windows. Dan kita bahkan tidak perlu menginstall apapun untuk menggunakan aplikasi-aplikasi ini !
2. Harnessing Collective Intelligence
Aplikasi Web 2.0 memiliki sifat yang unik, yaitu memanfaatkan kepandaian dari banyak orang secara kolektif. Sebagai hasilnya muncullah basis pengetahuan yang sangat besar hasil gabungan dari pengetahuan banyak orang. Contoh yang jelas adalah Wikipedia. Wikipedia adalah ensiklopedi online yang memperbolehkan semua orang untuk membuat dan mengedit artikel. Hasilnya adalah ensiklopedi online besar yang sangat lengkap artikelnya, bahkan lebih lengkap daripada ensiklopedi komersial seperti Encarta ! Contoh lainnya lagi adalah del.icio.us di mana semua orang saling berbagi link-link menarik yang mereka temukan. Akibatnya kita bisa menemukan “permata-permata” di Web gabungan hasil browsing dari ribuan orang. Blogosphere juga merupakan contoh kepandaian kolektif karena setiap orang bisa menulis blog-nya sendiri-sendiri lalu saling link satu sama lain untuk membentuk jaringan pengetahuan, mirip seperti sel-sel otak yang saling terkait satu sama lain di dalam otak kita.
3. Data is the Next Intel Inside
Kekuatan aplikasi Web 2.0 terletak pada data. Aplikasi-aplikasi Internet yang berhasil selalu didukung oleh basis data yang kuat dan unik. Contohnya adalah Google, yang kekuatannya terletak pada pengumpulan dan manajemen data halaman-halaman Web di Internet. Contoh lainnya lagi adalah Amazon yang memiliki data buku yang bukan hanya lengkap, tapi juga sangat kaya dengan hal-hal seperti review, rating pengguna, link ke buku-buku lain, dan sebagainya. Ini berarti perusahaan yang unggul adalah perusahaan yang menguasai data.
4. End of the Software Release Cycle
Aplikasi Web 2.0 memiliki sifat yang berbeda dengan aplikasi pada platform “lama” seperti Windows. Suatu aplikasi Windows biasanya dirilis setiap dua atau tiga tahun sekali, misalnya saja Microsoft Office yang memiliki versi 97, 2000, XP, dan 2003. Di lain pihak, aplikasi Web 2.0 selalu di-update terus-menerus karena sifatnya yang bukan lagi produk melainkan layanan. Google misalnya, selalu di-update data dan programnya tanpa perlu menunggu waktu-waktu tertentu.
5. Lightweight Programming Models
Aplikasi Web 2.0 menggunakan teknik-teknik pemrograman yang “ringan” seperti AJAX dan RSS. Ini memudahkan orang lain untuk memakai ulang layanan suatu aplikasi Web 2.0 guna membentuk layanan baru. Contohnya adalah Google Maps yang dengan mudah dapat digunakan orang lain untuk membentuk layanan baru. Sebagai hasilnya muncullah layanan-layanan seperti HousingMaps yang menggabungkan layanan Google Maps dengan Craigslist. Layanan seperti ini, yang menggabungkan layanan dari aplikasi-aplikasi lainnya, dikenal dengan istilah mashup.
6. Software Above the Level of a Single Device
Aplikasi Web 2.0 bisa berjalan secara terintegrasi melalui berbagai device. Contohnya adalah iTunes dari Apple yang berjalan secara terintegrasi mulai dari server Internet (dalam bentuk toko musik online), ke komputer pengguna (dalam bentuk program iTunes), sampai ke mobile device (dalam bentuk iPod). Di masa depan diperkirakan akan makin banyak aplikasi-aplikasi yang memiliki sifat ini, misalnya saja demo Bill Gates di CES 2006 menunjukkan integrasi antar device yang luar biasa (lihat post Consumer Electronic Show 2006).
7. Rich User Experiences
Aplikasi Web 2.0 memiliki user interface yang kaya meskipun berjalan di dalam browser. Teknologi seperti AJAX memungkinkan aplikasi Internet memiliki waktu respons yang cepat dan user interface yang intuitif mirip seperti aplikasi Windows yang di-install di komputer kita. Contohnya adalah Gmail, aplikasi email dari Google yang memiliki user interface revolusioner. Contoh lainnya lagi adalah Google Maps yang meskipun berjalan dalam browser namun bisa memberikan respons yang cepat saat pengguna menjelajahi peta.
Apakah suatu aplikasi harus memiliki ketujuh ciri-ciri ini untuk bisa disebut “Web 2.0″ ? Jawabannya adalah tidak. Namun semakin banyak ciri-ciri yang dimiliki berarti aplikasi itu semakin “Web 2.0″ ! Dan satu hal lagi, meskipun contoh-contoh yang diberikan di atas banyak berasal dari keluarga Google, tapi sebenarnya masih banyak aplikasi Web 2.0 yang lain. Di kesempatan lainnya kita akan melihat contoh aplikasi-aplikasi Web 2.0 yang sedang berkembang saat ini.
Teknologi yang digunakan pada Web 2.0
Dari sisi teknologi, konsep Web 2.0 membawa perubahan pada elemen-elemen yang digunakan dalam pengembangan website. Teknik maupun fitur teknologi yang sering kali menyertai website Web 2.0, antara lain:
1. Rich Internet Application.
Rich Internet Application atau disingkat RIA merupakan aplikasi website yang memiliki fitur dan fungsi seperti aplikasi desktop. Umumnya RIA dapat berjalan pada web browser biasa tanpa memerlukan instalasi software tertentu Keuntungannya, tentu saja menjadikan website Anda memiliki user interface yang lebih kaya dan responsif. Tentunya, RIA tidak hanya digunakan pada Web 2.0, penggunaan RIA sangat luas dan dapat digunakan untuk pengembangan website dengan keperluan yang bervariasi. RIA dapat diimplementasikan dengan menggunakan Ajax, Silverlight, Flash, dan lain sebagainya.
2. Folksonomy.
Merupakan sebuah metode untuk menciptakan dan mengatur tag yang menjelaskan dan mengategorikan content. Tag tersebut umumnya merupakan hyperlink yang akan mengarahkan Anda pada sekumpulan item yang berhubungan dengan tag tersebut Bentuk tag tidak selalu harus berupa teks, tetapi dapat juga berupa image. Sekumpulan tag yang saling terkait dengan persamaan bentuk sering juga disebut dengan tag cloud, umumnya tag cloud memiliki 30 hingga 150 tag.
3. Mashup.
Merupakan aplikasi web yang melakukan kombinasi data yang berasal dari lebih dari satu sumber, disajikan dalam satu content. Contoh Web 2.0 yang menggunakan mashup adalah Google Maps, yang menggabungkan data dari Google Maps sendiri bersama data real estate dari Craigslist (sebuah jaringan komunitas online). Metode pengambilan data dari sumber lain dapat menggunakan web feed (RSS atau Atom), web services, ataupun screen scraping.
4. Software Wiki/Forum.
Software wiki ataupun forum digunakan untuk membantu pengguna menciptakan contentnya sendiri dan berkolaborasi satu sama lain. Contohnya kembali pada Wikipedia, di mana Anda dapat dengan mudah menciptakan dan mengubah content sebuah artikel.
5. Syndication.
Umumnya syndication menyediakan web feed dari sebuah website untuk para penggunanya, sehingga pengguna dapat mengetahui content terbaru tanpa perlu mengunjungi web tersebut. Dengan demikian, pengguna dapat mengetahui news terbaru sebuah website, ataupun pesan terbaru pada sebuah forum. Format syndication yang umum digunakan adalah RSS ataupun Atom.
Kebutuhan lain dari syndication adalah untuk sebuah komunitas saling berkolaborasi, misalnya syndication dapat digunakan pada Wikipedia agar pengguna dapat memonitor perubahan yang terjadi pada content.
Teknologi tentu akan semakin berkembang untuk mendukung revolusi yang dibawa oleh Web 2.0. Konsep Web 2.0 membentuk komunitas jaringan social sehingga semua orang dapat berperan serta di dalamnya, tentunya hal ini semakin membutuhkan user interface berbasis web yang mudah, agar content dapat diciptakan tidak terbatas oleh mereka yang memiliki skill dan pengetahuan tertentu Semua orang yang dapat mengakses sebuah website Web 2.0, memiliki peran serta dalam pengisian content.
Kebutuhan ini mengarahkan teknologi untuk mewujudkan user interface pada aplikasi website untuk menjadi semudah user interface pada aplikasi desktop. Mungkin di masa yang tidak terlalu jauh lagi, bekerja dengan spreadsheet, word proccesor, ataupun presentasi slide-show merupakan pekerjaan umum yang dapat dilakukan aplikasi website, di mana dokumen-dokumen tersebut dapat dikelola bersama oleh suatu komunitas jaringan sosial. Setidaknya hal ini telah dirintis oleh Google dengan Google Docs, yang juga menerapkan Web 2.0. Web 2.0 seakan merupakan sebuah contoh demokrasi “dari rakyat dan untuk rakyat”, yang dalam konteks Web 2.0 menjadi “dari pengguna untuk pengguna”. Semakin banyak pengguna web, semakin banyak pula kontribusi yang diberikan untuk membangun website Web 2.0.
Ketika Web 2.0 disebut sebagai tahap kedua dari perkembangan web yang telah ada saat ini, muncul kekhawatiran akan tidak kompatibelnya versi web tersebut dengan program web browser yang dimiliki pengguna. Padahal tidak ada satupun teknologi di sisi pengguna (client) yang perlu di-upgrade untuk dapat mengakses web tersebut. Perkembangan web 2.0 lebih menekankan pada perubahan cara berpikir dalam menyajikan konten dan tampilan di dalam sebuah website. Sebagian besar cara berpikir tersebut mengadaptasi gabungan dari teknologi web yang telah ada saat ini.
Web 2.0 merupakan teknologi web yang menyatukan teknologi-teknologi yang dimiliki dalam membangun web. Penyatuan tersebut merupakan gabungan dari HTML, CSS, JavaScript, XML, dan tentunya AJAX.
Secara historis, web 2.0 adalah come back dari bisnis web semenjak tragedi dotcom bubble burst di tahun 2000. Sementara secara teknis, web 2.0 adalah satu pengklasifikasian “wajah baru dari web” dimana karakteristik pertukaran data many-to-many terjadi, tidak seperti web 1.0, hanya mereka yang memiliki pengetahuan mengenai web (programming n design, or geek) atau para pemilik modal yang mampu menghire programmer yang mampu menyediakan konten (teks, gambar, musik) di web. Sehingga pertukaran data yang terjadi adalah one-to-many atau sedikit-ke-banyak.
Sederhananya, web 2.0 adalah klasifikasi dari web (yang kemudian berevolusi menjadi lebih dari sekedar klasifikasi: sebuah era) yang membuat ‘semua orang’ yang terhubung ke web mampu menyediakan dan mendistribusikan konten (teks, grafis, dll) di web. Website yang membuat orang dapat berbagi konten di web dengan mudahnya (tidak perlu pengetahuan pemrograman web pun bisa berbagi data di web) adalah web 2.0: Blog, Photo Sharing (flickr), Video Sharing (YouTube), Presentation Sharing (Slideshare.net), Social Networking (facebook, myspace, friendster, linkedIn, etc) dll.
Tujuh Karakteristik
Meskipun definisi Web 2.0 belum secara solid diformulasikan, terdapat tujuh
prinsip yang mendasari karakter Web 2.0. Karakter tersebut antara lain
1. The Web as Platform
Aplikasi Web 2.0 menggunakan Web (atau Internet) sebagai platformnya. Apa sih yang dimaksud dengan platform ? Platform di sini adalah tempat suatu aplikasi dijalankan. Contoh platform yang terkenal adalah Windows, di mana ada aplikasi-aplikasi seperti Microsoft Office dan Adobe Photoshop. Menggunakan Internet sebagai platform berarti aplikasi-aplikasi tersebut dijalankan langsung di atas Internet dan bukan di atas satu sistem operasi tertentu. Contohnya adalah Google yang bisa diakses dari sistem operasi mana pun. Contoh lainnya adalah Flickr yang juga bisa diakses dari sistem operasi mana pun.
Kelebihannya jelas, aplikasi-aplikasi Web 2.0 ini tidak lagi dibatasi sistem operasi seperti pada Windows. Dan kita bahkan tidak perlu menginstall apapun untuk menggunakan aplikasi-aplikasi ini !
2. Harnessing Collective Intelligence
Aplikasi Web 2.0 memiliki sifat yang unik, yaitu memanfaatkan kepandaian dari banyak orang secara kolektif. Sebagai hasilnya muncullah basis pengetahuan yang sangat besar hasil gabungan dari pengetahuan banyak orang. Contoh yang jelas adalah Wikipedia. Wikipedia adalah ensiklopedi online yang memperbolehkan semua orang untuk membuat dan mengedit artikel. Hasilnya adalah ensiklopedi online besar yang sangat lengkap artikelnya, bahkan lebih lengkap daripada ensiklopedi komersial seperti Encarta ! Contoh lainnya lagi adalah del.icio.us di mana semua orang saling berbagi link-link menarik yang mereka temukan. Akibatnya kita bisa menemukan “permata-permata” di Web gabungan hasil browsing dari ribuan orang. Blogosphere juga merupakan contoh kepandaian kolektif karena setiap orang bisa menulis blog-nya sendiri-sendiri lalu saling link satu sama lain untuk membentuk jaringan pengetahuan, mirip seperti sel-sel otak yang saling terkait satu sama lain di dalam otak kita.
3. Data is the Next Intel Inside
Kekuatan aplikasi Web 2.0 terletak pada data. Aplikasi-aplikasi Internet yang berhasil selalu didukung oleh basis data yang kuat dan unik. Contohnya adalah Google, yang kekuatannya terletak pada pengumpulan dan manajemen data halaman-halaman Web di Internet. Contoh lainnya lagi adalah Amazon yang memiliki data buku yang bukan hanya lengkap, tapi juga sangat kaya dengan hal-hal seperti review, rating pengguna, link ke buku-buku lain, dan sebagainya. Ini berarti perusahaan yang unggul adalah perusahaan yang menguasai data.
4. End of the Software Release Cycle
Aplikasi Web 2.0 memiliki sifat yang berbeda dengan aplikasi pada platform “lama” seperti Windows. Suatu aplikasi Windows biasanya dirilis setiap dua atau tiga tahun sekali, misalnya saja Microsoft Office yang memiliki versi 97, 2000, XP, dan 2003. Di lain pihak, aplikasi Web 2.0 selalu di-update terus-menerus karena sifatnya yang bukan lagi produk melainkan layanan. Google misalnya, selalu di-update data dan programnya tanpa perlu menunggu waktu-waktu tertentu.
5. Lightweight Programming Models
Aplikasi Web 2.0 menggunakan teknik-teknik pemrograman yang “ringan” seperti AJAX dan RSS. Ini memudahkan orang lain untuk memakai ulang layanan suatu aplikasi Web 2.0 guna membentuk layanan baru. Contohnya adalah Google Maps yang dengan mudah dapat digunakan orang lain untuk membentuk layanan baru. Sebagai hasilnya muncullah layanan-layanan seperti HousingMaps yang menggabungkan layanan Google Maps dengan Craigslist. Layanan seperti ini, yang menggabungkan layanan dari aplikasi-aplikasi lainnya, dikenal dengan istilah mashup.
6. Software Above the Level of a Single Device
Aplikasi Web 2.0 bisa berjalan secara terintegrasi melalui berbagai device. Contohnya adalah iTunes dari Apple yang berjalan secara terintegrasi mulai dari server Internet (dalam bentuk toko musik online), ke komputer pengguna (dalam bentuk program iTunes), sampai ke mobile device (dalam bentuk iPod). Di masa depan diperkirakan akan makin banyak aplikasi-aplikasi yang memiliki sifat ini, misalnya saja demo Bill Gates di CES 2006 menunjukkan integrasi antar device yang luar biasa (lihat post Consumer Electronic Show 2006).
7. Rich User Experiences
Aplikasi Web 2.0 memiliki user interface yang kaya meskipun berjalan di dalam browser. Teknologi seperti AJAX memungkinkan aplikasi Internet memiliki waktu respons yang cepat dan user interface yang intuitif mirip seperti aplikasi Windows yang di-install di komputer kita. Contohnya adalah Gmail, aplikasi email dari Google yang memiliki user interface revolusioner. Contoh lainnya lagi adalah Google Maps yang meskipun berjalan dalam browser namun bisa memberikan respons yang cepat saat pengguna menjelajahi peta.
Apakah suatu aplikasi harus memiliki ketujuh ciri-ciri ini untuk bisa disebut “Web 2.0″ ? Jawabannya adalah tidak. Namun semakin banyak ciri-ciri yang dimiliki berarti aplikasi itu semakin “Web 2.0″ ! Dan satu hal lagi, meskipun contoh-contoh yang diberikan di atas banyak berasal dari keluarga Google, tapi sebenarnya masih banyak aplikasi Web 2.0 yang lain. Di kesempatan lainnya kita akan melihat contoh aplikasi-aplikasi Web 2.0 yang sedang berkembang saat ini.
Teknologi yang digunakan pada Web 2.0
Dari sisi teknologi, konsep Web 2.0 membawa perubahan pada elemen-elemen yang digunakan dalam pengembangan website. Teknik maupun fitur teknologi yang sering kali menyertai website Web 2.0, antara lain:
1. Rich Internet Application.
Rich Internet Application atau disingkat RIA merupakan aplikasi website yang memiliki fitur dan fungsi seperti aplikasi desktop. Umumnya RIA dapat berjalan pada web browser biasa tanpa memerlukan instalasi software tertentu Keuntungannya, tentu saja menjadikan website Anda memiliki user interface yang lebih kaya dan responsif. Tentunya, RIA tidak hanya digunakan pada Web 2.0, penggunaan RIA sangat luas dan dapat digunakan untuk pengembangan website dengan keperluan yang bervariasi. RIA dapat diimplementasikan dengan menggunakan Ajax, Silverlight, Flash, dan lain sebagainya.
2. Folksonomy.
Merupakan sebuah metode untuk menciptakan dan mengatur tag yang menjelaskan dan mengategorikan content. Tag tersebut umumnya merupakan hyperlink yang akan mengarahkan Anda pada sekumpulan item yang berhubungan dengan tag tersebut Bentuk tag tidak selalu harus berupa teks, tetapi dapat juga berupa image. Sekumpulan tag yang saling terkait dengan persamaan bentuk sering juga disebut dengan tag cloud, umumnya tag cloud memiliki 30 hingga 150 tag.
3. Mashup.
Merupakan aplikasi web yang melakukan kombinasi data yang berasal dari lebih dari satu sumber, disajikan dalam satu content. Contoh Web 2.0 yang menggunakan mashup adalah Google Maps, yang menggabungkan data dari Google Maps sendiri bersama data real estate dari Craigslist (sebuah jaringan komunitas online). Metode pengambilan data dari sumber lain dapat menggunakan web feed (RSS atau Atom), web services, ataupun screen scraping.
4. Software Wiki/Forum.
Software wiki ataupun forum digunakan untuk membantu pengguna menciptakan contentnya sendiri dan berkolaborasi satu sama lain. Contohnya kembali pada Wikipedia, di mana Anda dapat dengan mudah menciptakan dan mengubah content sebuah artikel.
5. Syndication.
Umumnya syndication menyediakan web feed dari sebuah website untuk para penggunanya, sehingga pengguna dapat mengetahui content terbaru tanpa perlu mengunjungi web tersebut. Dengan demikian, pengguna dapat mengetahui news terbaru sebuah website, ataupun pesan terbaru pada sebuah forum. Format syndication yang umum digunakan adalah RSS ataupun Atom.
Kebutuhan lain dari syndication adalah untuk sebuah komunitas saling berkolaborasi, misalnya syndication dapat digunakan pada Wikipedia agar pengguna dapat memonitor perubahan yang terjadi pada content.
Teknologi tentu akan semakin berkembang untuk mendukung revolusi yang dibawa oleh Web 2.0. Konsep Web 2.0 membentuk komunitas jaringan social sehingga semua orang dapat berperan serta di dalamnya, tentunya hal ini semakin membutuhkan user interface berbasis web yang mudah, agar content dapat diciptakan tidak terbatas oleh mereka yang memiliki skill dan pengetahuan tertentu Semua orang yang dapat mengakses sebuah website Web 2.0, memiliki peran serta dalam pengisian content.
Kebutuhan ini mengarahkan teknologi untuk mewujudkan user interface pada aplikasi website untuk menjadi semudah user interface pada aplikasi desktop. Mungkin di masa yang tidak terlalu jauh lagi, bekerja dengan spreadsheet, word proccesor, ataupun presentasi slide-show merupakan pekerjaan umum yang dapat dilakukan aplikasi website, di mana dokumen-dokumen tersebut dapat dikelola bersama oleh suatu komunitas jaringan sosial. Setidaknya hal ini telah dirintis oleh Google dengan Google Docs, yang juga menerapkan Web 2.0. Web 2.0 seakan merupakan sebuah contoh demokrasi “dari rakyat dan untuk rakyat”, yang dalam konteks Web 2.0 menjadi “dari pengguna untuk pengguna”. Semakin banyak pengguna web, semakin banyak pula kontribusi yang diberikan untuk membangun website Web 2.0.
Really Simple Syndication/ Rich Site Summary
RSS merupakan singkatan dari Really Simple Syndication atau Rich Site Summary. Secara sederhana, RSS bisa diartikan sebagai versi sederhana dari sebuah website yang menggunakan XML. Biasanya digunakan pada website website yang memperbaharui isi web secara berkala (dinamis), seperti contohnya portal dan juga blog. Tujuan utama kita dalam membuka sebuah situs website seperti portal dan blog adalah mendapatkan informasi, namun pada saat membuka website tersebut ada beberapa elemen yang mau tidak mau juga ikut termuat, seperti header, banner, footer, widget, plugin dan aksesoris lain yang sebenarnya banyak yang tidak Anda butuhkan. Nah, RSS adalah solusi untuk permasalahan ini. Dengan RSS Anda bisa mendapatkan informasi dari sebuah website dengan menampilkan isi atau content saja, tanpa header, banner, footer, widget dan lain sebagainya. Simpel bukan?
RSS Feed dan RSS Reader
Ada dua elemen penting yang digunakan untuk bisa memanfatkan teknologi RSS ini yakini RSS Feed dan RSS Reader. RSS Feed (pengumpan) adalah suatu format data yang digunakan untuk melayani isi yang sering diperbaharui. Distributor isi mensindikasikan suatu umpan web dan mengizinkan para pengguna untuk berlangganan. Membuat suatu koleksi umpan web yang tersedia pada satu tempat dikenal sebagai agregasi, yang dilakukan oleh agregator (disebut juga pembaca umpan atau pembaca berita). Jadi, sederhannya Feed merupakan layanan yang disediakan sebuah website untuk mengumpulkan isi atau content dari website tersebut, kemudian mendistribusikanya kepada orang-orang yang berlangganan tadi.
Sedangkan RSS Reader adalah aplikasi yang digunakan untuk membaca RSS yang diberikan. Cara membacanya adalah Anda memasukkan alamat RSS feed dari website tersebut di RSS Reader, nanti RSS Reader akan mengambil Feed dari RSS website tersebut. Setiap ada update berita, versi RSS-nya akan disediakan oleh Feed website tersebut dan dibaca oleh RSS reader.
RSS Reader ada dua tipe, pertama adalah desktop based, dimana Anda harus menginstall aplikasi tersebut ke komputer Anda. Kedua adalah web based, berupa aplikasi web, Anda tidak perlu menginstallnya, cukup buka browser dan membuka alamat RSS reader Anda. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing, contohnya di desktop based, Anda perlu download dan melakukan instalasi, tapi ketika sudah terinstalasi Anda dapat membaca RSS Anda secara offline dengan menyimpannya. Sedangkan Web Based, Anda tidak perlu repot-repot download dan melakukan instalasi, tetapi Anda hanya bisa membacanya secara online.
Beberapa RSS Feed yang berbasis Desktop antara lain:
• RSSOwl | RSS / RDF / Atom Newsreader 1.2.2
• FastTrackNews
• Recover Data RSS Reader 2.0.5
• RSS Feed Reader 2.1
• YeahReader 2.4
• Active Web Reader 2.45
• Snarfer
Sedangkan yang berbasis web, anda bisa mencoba bloglines atau Google Reader.
Saya lebih menyarankan untuk menggunakan Google Reader, karena telah terintegrasi dengan akun email google (gmail), juga lebih simple dan mudah. Namun bagi Anda yang memiliki akun di yahoo, sekarang Yahoo pun memiliki fitur ini di My Yahoo Anda.
Dengan pemaparan tersebut diatas, lebih jelas kita mengetahui apa sebenarnya kegunaan RSS. Anda tidak perlu untuk melompat dari satu web ke web lain dan menunggu semua web termuat. Anda cukup membuka RSS reader Anda, dan semua versi simpel dari website yang suka Anda kunjungi ada semua disana. Selain menghemat waktu Anda, hal ini juga tentu saja menghemat bandwidth , bagi Anda yang menggunakan koneksi dial-up berbasis kuota/waktu.
Mengutip dari blognya kang Budi Putra, seorang Wartawan Kompas, bahwa harus diakui, cepat atau lambat, RSS akan menjadi ikon penting lainnya selain internet dan e-mail. Secara teknis maupun bisnis, fenomena ini memang layak diprediksikan akan menjadi salah satu lahan penting dalam mendulang keuntungan. Dan bagi pengguna internet, RSS adalah sebuah kontribusi luarbiasa dalam memperkaya cara orang dalam mengakses informasi dari jagat Internet.
RSS Feed dan RSS Reader
Ada dua elemen penting yang digunakan untuk bisa memanfatkan teknologi RSS ini yakini RSS Feed dan RSS Reader. RSS Feed (pengumpan) adalah suatu format data yang digunakan untuk melayani isi yang sering diperbaharui. Distributor isi mensindikasikan suatu umpan web dan mengizinkan para pengguna untuk berlangganan. Membuat suatu koleksi umpan web yang tersedia pada satu tempat dikenal sebagai agregasi, yang dilakukan oleh agregator (disebut juga pembaca umpan atau pembaca berita). Jadi, sederhannya Feed merupakan layanan yang disediakan sebuah website untuk mengumpulkan isi atau content dari website tersebut, kemudian mendistribusikanya kepada orang-orang yang berlangganan tadi.
Sedangkan RSS Reader adalah aplikasi yang digunakan untuk membaca RSS yang diberikan. Cara membacanya adalah Anda memasukkan alamat RSS feed dari website tersebut di RSS Reader, nanti RSS Reader akan mengambil Feed dari RSS website tersebut. Setiap ada update berita, versi RSS-nya akan disediakan oleh Feed website tersebut dan dibaca oleh RSS reader.
RSS Reader ada dua tipe, pertama adalah desktop based, dimana Anda harus menginstall aplikasi tersebut ke komputer Anda. Kedua adalah web based, berupa aplikasi web, Anda tidak perlu menginstallnya, cukup buka browser dan membuka alamat RSS reader Anda. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing, contohnya di desktop based, Anda perlu download dan melakukan instalasi, tapi ketika sudah terinstalasi Anda dapat membaca RSS Anda secara offline dengan menyimpannya. Sedangkan Web Based, Anda tidak perlu repot-repot download dan melakukan instalasi, tetapi Anda hanya bisa membacanya secara online.
Beberapa RSS Feed yang berbasis Desktop antara lain:
• RSSOwl | RSS / RDF / Atom Newsreader 1.2.2
• FastTrackNews
• Recover Data RSS Reader 2.0.5
• RSS Feed Reader 2.1
• YeahReader 2.4
• Active Web Reader 2.45
• Snarfer
Sedangkan yang berbasis web, anda bisa mencoba bloglines atau Google Reader.
Saya lebih menyarankan untuk menggunakan Google Reader, karena telah terintegrasi dengan akun email google (gmail), juga lebih simple dan mudah. Namun bagi Anda yang memiliki akun di yahoo, sekarang Yahoo pun memiliki fitur ini di My Yahoo Anda.
Dengan pemaparan tersebut diatas, lebih jelas kita mengetahui apa sebenarnya kegunaan RSS. Anda tidak perlu untuk melompat dari satu web ke web lain dan menunggu semua web termuat. Anda cukup membuka RSS reader Anda, dan semua versi simpel dari website yang suka Anda kunjungi ada semua disana. Selain menghemat waktu Anda, hal ini juga tentu saja menghemat bandwidth , bagi Anda yang menggunakan koneksi dial-up berbasis kuota/waktu.
Mengutip dari blognya kang Budi Putra, seorang Wartawan Kompas, bahwa harus diakui, cepat atau lambat, RSS akan menjadi ikon penting lainnya selain internet dan e-mail. Secara teknis maupun bisnis, fenomena ini memang layak diprediksikan akan menjadi salah satu lahan penting dalam mendulang keuntungan. Dan bagi pengguna internet, RSS adalah sebuah kontribusi luarbiasa dalam memperkaya cara orang dalam mengakses informasi dari jagat Internet.
Senin, 26 Juli 2010
Kasus Knowledge Management : Transfer Knowledge, Knowledge Sharing
Dua faktor kunci dalam mengimplementasikan knowledge management, yaitu kemauan (willingness) dari staff unit dimana anda bekerja dan change their mindset. Apabila aspek tersebut tidak diperhatikan maka akan meningkatkan resiko yang menyebabkan unit atau institusi dimana anda bekerja, tidak mencapai tujuannya. Kemuan mendatang dari aspek aspek budaya institusi anda, yang membolehkan staff institusi bertindak sesuai tujuannya dalma situasi tertentu, seperti kreatifitas, motivassi dan nilai. Metodoligi THIO dilain pihak memperjelas penggunaan prosedur tertentu dan konsep dari knowledge management. Fokus dari knowledge management adalah bagaimana institusi mengidentifikasi, menciptakan, menangkap, menyediakan, shares dan meningkatkan management dan proyek yang ada di institusi
1. Apakah fokus knowledge management dengan mudah dibina sebagai proyek disuatu institusi dan bagaimana caranya?
» Dari semua focus knowledge management (idetifikasi, penciptaan, menangkap, menyediakan, shares dan peningkatan knowledge) yang semuanya akan berujung pada sumber daya knowledge yang sangat berhubungan erat dengan sumberdaya manusia yang merupakan asset dan modal intelektual terpenting dalam perusahaan. Aset sumber daya manusia dan modal intelektual dalam Knowledge Managemenet (selanjutnya disebut KM) merupakan sumber utama knowledge yang dilengkjapai dengan pengalaman (selanjutnya digunakan instilah knowledge) setia[ orang di dalam organisasi, yang dapat memberikan mandaat untuk mencapai tujuan organisasi.
Tetapi, merupakan metode agar perusahaan selalu mempunyai energi untuk melakukan kreasi dan inovasi dalam waktu cepat. Sehingga, perusahaan akan selalu mempunyai sumber pendapatan yang semakin beragam atau meningkatkan mutu dan nilainya.
KM lahir dari adanya dorongan faktor external yang berupa globalisasi bisnis dan kompetisi internasional, faktor internal dalam institusi untuk menjadikan knowledge sebagai kekuatan untuk mempertahankan daya hidup sebuah institusi
KM juga membawa kesadaran manaejmen, yakni kesiapan sumber daya manusia merupakan syarat sebelum sebuah teknologi digunakan dalam organisasi
Memadukan semua tacit, implicit, explicit dan knowledge dalam berbagai tingkatan, meruapakan sistem dan mekanisme yang diciptakan oleh KM. Perpaduan itu, akhirnya bermuara menjadi knowledge yang explicit, yaitu menjadi knowledge yang dapat diungkapkan, didokumentasikan, dan dilakukan kodefikasi. Akhirnya, knowledge setiap saat dapat dimanfaatkan dan dipahami oleh setiasp orang untuk diterapkan, yang selanjutnya knowledge dapat dipelajari, dipahami, dan dikembangkan sesuai dengan kemampuan masing-masing individu
2. Adakah suatu cara agar Knowledger Transfer disuatu unit lebih efektif dan efisien? Bagaimana hambatan knowledge transfer dalm institusi / unit tersebut dapat dicarikan solusinya? Teknologi dalam bidang komunikasi dan informasi apa yang dapat digunakan untuk proyek yang berlandaskan knowledge transfer?
» Ada beberapa faktor penting yang menjadi pertimbangan wajib dalam melaksanakan proses Knowledge Transfer (KT). Faktor tersebut adalah faktor kognitif, faktor budaya, faktor motivasi dan faktor change management
•Faktor kognitif
Salah satu teknik untuk membuat proses KT dalam berjalan dengan cepat dan efektif adalah dengan memecah mecah knowledge yang akan ditransfer menjadi paket paket kecil. Dnegan cara ini, maka sekali proses KT dilakukan, maka knowledge akan di transfer secara streamline
•Faktor budaya
Latar belakang social budaya tertentu yang memberikan arti yang tepat sehingga knowledge dapat diterima dan membenam dengan hanya membutuhkan sedikit langkah.
Ada budaya utama dan yang paling besar yang biasanya paling berpengaruh pada diri setiap manusia, budaya dimana dia dibesarkan. Pada kasus KT, latar belakang budaya merupakan alat untuk menetapkan nilai dan kepercayaan yang diberikan konteks dan cara pandang
•Faktor Motivasi
Ada lima hirarki kebutuhan manusia, mulai dari level yang paling bawah (makanan, perlindungan dan pakaian) sampai level yang paling tinggi (aktualisasi diri). Usaha untuk mencukupi kebutuhan ini akan menjadi motivasi manusia untuk melakukan tindakan. Setiap orang selalu berada pada kondisi level kebutuhan tertentu yang akan memotivasi orang tersebut untuk melakukan sesuatu
•Change Management
Implementasi sistem informasi umumnya berdampak pada terjadinya perubahan yang radikal. Perubahan redikal terjadi bukan karena pemanfaatan teknologi informasi melainkan karena berubahnya strategi perusahaan, yaitu
a.Perubahan budaya dan nilai nilai dasar perusahaan
b.Perubahan arah / fokus bisnis
c.Perubahan cara kerja unuk meningkatkan efisiensi, peningkatan penghasilan, atau pemakaian sumber daya
Secara alami, manusia memiliki sifat tidak mau berubah atau enggan untuk berubah (resistence to change). Karena itu, organisai harus mengambil langkah-langka untuk menangani permasalahan keengganan untuk berubah tersebut, yaitu : komunikasi, partisipasi, fasilitasi, negosiasi, manipulasi dan pakaian
Melihat sifat sifat perubahan tersebut, maka faktor change management perlu menjadi faktor yang dipertimbangkan dalam proses KT.
Beberapa cara dapat dilakukan untuk mendukung KT dalam suatu oraganisasi, yaitu : Training, insentif, struktur organisai dan teknologi
3. Adakah kebiatan kerja sama (coorperation) dan knowledge sharing dapat dipromosikan sebagai proyek institusi / unit? Adakah hambatan budaya dalam kedua hal tersebut?
» Knowledge saat ini dipandang sebagai sumber daya strategis yang penting bagi perusahaan untuk dapat memiliki keunggulan bersaing. Kesuksesan perusahaan menghasilkan keunggulan bersaing bergantung pada kemampuan perusahaan mengakuisisi dan mengasimilasi knowledge potensial, absorptive capacity dan mentranformasi dan mengploitasi knowledge realized absorptive capacity
Ketika karyawan merasa ingin mengetahui dan menambah wawasan serta knowledge yang ada relevansinya dengan pekerjaan sehari-hari ataupun knowledge lainnya yang tidak ada kaitannya sama sekali, maka knowledge sharing-lah salah satu solusinya
Sarana knowledge sharing dapat berupa seperti workshop, seminar, group diskusi atau pertemuan virutal dengan memanfaatkan teknologi informasi. Knowledge sharing ini tidak mungkin dapat dilakukan tanpa adanya komunikasi lebih dari satu arah.
Disamping hal diatas, knowledge sharing memiliki hambatan yang bersumber dari kecemburuan antar divisi, departermen, juga rendahnya insentif, keyakinan dan komitmen (Not Invented Here (NIH))
Hambatan hambatan ini bisa diminimalisasi melalui pengingkatan trust (kepercayaan) dan kerjasama di lingkungan organisasi itu tercipa melaui komunikassi dan sosialisai yang lebih efektif tentang arti dan manfaat knowledge sharing
Jadi knowledge sharing bermanfaat meningkatkan kinerja perusahaan. Didalam setiap unit organisasi selalu tersedia pengetahuan yang terbaik atau Best Practise, yakni cara melakukan sesuatu dengan baik
Best practise ini perlu dideseminasi atau disebarkan ke seluruh unit kerja organisasi, sehingga akan memiliki manfaat untuk meningkatkan integration, corporation, service dan inovation disisi internal yang juga akan berdampak pada sisi external perusahaan
4. Siapakah yang bertanggung jawab pada knowledge sharing dalam suatu institusi / unit agar organisasi tersebut mejadi learning organization? Bagai mana caranya? Infrastruktur apa yang dapat mendukung implementasi knowledge sharing?
» Didalam semua kegiatan perusahaan knowledge sharing (KS) harus dapat memberikan peranan penting dalam perusahaan dengan tujuan agar semua komponen diperusahaan merasa bertanggung jawab terhadap kehidupan perusahaan
Knowledge sharing juga akan menimbulkan learning organization, untuk memberikan knowledge kepada orang lain, dan tentunya ini merupakan suatu proses belajar dari pengalaman orng lain. Namun, kegiatan sharing ini juga tidak semudah itu dilaksanakan oleh perusahaan, ada beberapa hal yang dapat menghambat prses sharing, antara lain :
a. Knowledge is power
Knowledge yang dimiliki oleh seseorang menjadi sebuah kekuatan tersendiri, dan jika harus dibagikan kepada orang lain, justru akan merugikan dirinya, karena akan akan merasa tersaingi
b. Not Incented Here
Setiap orang memiliki cara belajar tersendiri, sehingga jika ia merasa bukan cara belajar yang ia ciptakan, maka ia tidak mau belajar
c. Lack of support from management
Banyak oraganisasi yang tidak memfasilitasi pada karyawannya untuk belajar. Perusahaan tersebut menganggap bahwa dengan belajar justru akan mengurangi produktifitas kerja karena mengurangi jam kerja para karyawannya
Perusahaan yang ingin menjadi sebuah learning organization harus mengetahui komponen-komponen yang terdiri dari :
a. System thinking
Kita harus melihat segala sesuatu yang ada diperusahaan sebagai sebuah kesatuan, bukan sesuatu yang bersifat individual
b. Shared vision
Sebagai pemimpin, pasti memiliki visi tersendiri yang belum tentu dimiliki oleh para anak buahnya, oleh sebab itu, perusahaan memfasilitasi dan mengatur agar terjadi sinergi antara visi yang dimiliki oleh sang pemimpin dengan para anak buahnya\
c. Personal Mastery
Komponen ini meliputi keinginan atau komitmen yang muncul dari seseorang untuk melakukan pembelajaran. Biasanya, seseorang tumbuh dan belajar dibidang yang ia minati dan menjadi bidang inti (core) dalam proses pembelajaran
d. Mental methode
Secara mental, jika da nilai-nilai yang tidak sesuai dengan proses pembelajaran dalam sebuah organisasi, maka harus ada nilai-nilai baru yang sesuai untuk dimasukkan kedalamnya
e. Team learning
Setiap individu memiliki knowledge dan pengalaman tersendiri, dan hal ini haruslah dibagikan kepada orang lain agar menjadi sebuah tim yang dapat menghasilkan knowledge bersama disebuah organisasi
5. Perlunya proyek teknologi disuatu institusi atau perusahaan
» Sebagain besar masyarakat bisnis masih meyakini bahwa teori manajemen strategi masih relevan saat ini untuk mampu memenangi persaingan, perusahaan harus memiliki minimal satu dari tiga strategi generik, yatu menjadi cost leader, membuat deferensiasi, dan fokus mengincar pasar tertentu.
Sebelum adanya TI, barangkali teori ”pilih satu” ini masih dapat dianggap benanr, kenyataannya, kadang TI malah dapat membantu perusahaan melakukan ketiga-tiganya sekaligus
Bagi sebagian perusahaan, TI merupakan diferensiasi penting yang amat terkait dengan keunitan. Dengan kata lain, apabila direfensiasi mudah ditiru pesaing, maka hilanglah diferensiasi itu karena tidak unik lagi. Contoh termudah, pemberian fasilita email yang tadinya menjadi killer-apps dan diferensiasi, tetapi karena semua situs dotcom mulai menawarkan fasilitas email gratis maka situs itu tidak unik lagi dan TI telah menjadi komoditas. TI tidak ubahnya ubahnya perangkat infrastruktur lain seperti listrik ataupun rel kereta api. Proyek TI yang dikerjakan harus dapat memposisikan secara relevan terhadap pentingnya melakukan alignment antara inventasi TI dengan value yang dihasilkan
Hal penting dalam proyek TI adalah menjadikan peran TI bukan hanya untuk support dan otomasi, tetapi telah menjadi business enabler.
Dibalik semua itu, kesuksesan aplikasi bersifat enabler justru sangat bergantung pula pada willingness dan peran serta perusahaan itu untuk berubah. Tak jarang aplikasi mahal tidak dapat digunakan sebab pengguna tidak siap berubah.
P:87/A
1. Apakah fokus knowledge management dengan mudah dibina sebagai proyek disuatu institusi dan bagaimana caranya?
» Dari semua focus knowledge management (idetifikasi, penciptaan, menangkap, menyediakan, shares dan peningkatan knowledge) yang semuanya akan berujung pada sumber daya knowledge yang sangat berhubungan erat dengan sumberdaya manusia yang merupakan asset dan modal intelektual terpenting dalam perusahaan. Aset sumber daya manusia dan modal intelektual dalam Knowledge Managemenet (selanjutnya disebut KM) merupakan sumber utama knowledge yang dilengkjapai dengan pengalaman (selanjutnya digunakan instilah knowledge) setia[ orang di dalam organisasi, yang dapat memberikan mandaat untuk mencapai tujuan organisasi.
Tetapi, merupakan metode agar perusahaan selalu mempunyai energi untuk melakukan kreasi dan inovasi dalam waktu cepat. Sehingga, perusahaan akan selalu mempunyai sumber pendapatan yang semakin beragam atau meningkatkan mutu dan nilainya.
KM lahir dari adanya dorongan faktor external yang berupa globalisasi bisnis dan kompetisi internasional, faktor internal dalam institusi untuk menjadikan knowledge sebagai kekuatan untuk mempertahankan daya hidup sebuah institusi
KM juga membawa kesadaran manaejmen, yakni kesiapan sumber daya manusia merupakan syarat sebelum sebuah teknologi digunakan dalam organisasi
Memadukan semua tacit, implicit, explicit dan knowledge dalam berbagai tingkatan, meruapakan sistem dan mekanisme yang diciptakan oleh KM. Perpaduan itu, akhirnya bermuara menjadi knowledge yang explicit, yaitu menjadi knowledge yang dapat diungkapkan, didokumentasikan, dan dilakukan kodefikasi. Akhirnya, knowledge setiap saat dapat dimanfaatkan dan dipahami oleh setiasp orang untuk diterapkan, yang selanjutnya knowledge dapat dipelajari, dipahami, dan dikembangkan sesuai dengan kemampuan masing-masing individu
2. Adakah suatu cara agar Knowledger Transfer disuatu unit lebih efektif dan efisien? Bagaimana hambatan knowledge transfer dalm institusi / unit tersebut dapat dicarikan solusinya? Teknologi dalam bidang komunikasi dan informasi apa yang dapat digunakan untuk proyek yang berlandaskan knowledge transfer?
» Ada beberapa faktor penting yang menjadi pertimbangan wajib dalam melaksanakan proses Knowledge Transfer (KT). Faktor tersebut adalah faktor kognitif, faktor budaya, faktor motivasi dan faktor change management
•Faktor kognitif
Salah satu teknik untuk membuat proses KT dalam berjalan dengan cepat dan efektif adalah dengan memecah mecah knowledge yang akan ditransfer menjadi paket paket kecil. Dnegan cara ini, maka sekali proses KT dilakukan, maka knowledge akan di transfer secara streamline
•Faktor budaya
Latar belakang social budaya tertentu yang memberikan arti yang tepat sehingga knowledge dapat diterima dan membenam dengan hanya membutuhkan sedikit langkah.
Ada budaya utama dan yang paling besar yang biasanya paling berpengaruh pada diri setiap manusia, budaya dimana dia dibesarkan. Pada kasus KT, latar belakang budaya merupakan alat untuk menetapkan nilai dan kepercayaan yang diberikan konteks dan cara pandang
•Faktor Motivasi
Ada lima hirarki kebutuhan manusia, mulai dari level yang paling bawah (makanan, perlindungan dan pakaian) sampai level yang paling tinggi (aktualisasi diri). Usaha untuk mencukupi kebutuhan ini akan menjadi motivasi manusia untuk melakukan tindakan. Setiap orang selalu berada pada kondisi level kebutuhan tertentu yang akan memotivasi orang tersebut untuk melakukan sesuatu
•Change Management
Implementasi sistem informasi umumnya berdampak pada terjadinya perubahan yang radikal. Perubahan redikal terjadi bukan karena pemanfaatan teknologi informasi melainkan karena berubahnya strategi perusahaan, yaitu
a.Perubahan budaya dan nilai nilai dasar perusahaan
b.Perubahan arah / fokus bisnis
c.Perubahan cara kerja unuk meningkatkan efisiensi, peningkatan penghasilan, atau pemakaian sumber daya
Secara alami, manusia memiliki sifat tidak mau berubah atau enggan untuk berubah (resistence to change). Karena itu, organisai harus mengambil langkah-langka untuk menangani permasalahan keengganan untuk berubah tersebut, yaitu : komunikasi, partisipasi, fasilitasi, negosiasi, manipulasi dan pakaian
Melihat sifat sifat perubahan tersebut, maka faktor change management perlu menjadi faktor yang dipertimbangkan dalam proses KT.
Beberapa cara dapat dilakukan untuk mendukung KT dalam suatu oraganisasi, yaitu : Training, insentif, struktur organisai dan teknologi
3. Adakah kebiatan kerja sama (coorperation) dan knowledge sharing dapat dipromosikan sebagai proyek institusi / unit? Adakah hambatan budaya dalam kedua hal tersebut?
» Knowledge saat ini dipandang sebagai sumber daya strategis yang penting bagi perusahaan untuk dapat memiliki keunggulan bersaing. Kesuksesan perusahaan menghasilkan keunggulan bersaing bergantung pada kemampuan perusahaan mengakuisisi dan mengasimilasi knowledge potensial, absorptive capacity dan mentranformasi dan mengploitasi knowledge realized absorptive capacity
Ketika karyawan merasa ingin mengetahui dan menambah wawasan serta knowledge yang ada relevansinya dengan pekerjaan sehari-hari ataupun knowledge lainnya yang tidak ada kaitannya sama sekali, maka knowledge sharing-lah salah satu solusinya
Sarana knowledge sharing dapat berupa seperti workshop, seminar, group diskusi atau pertemuan virutal dengan memanfaatkan teknologi informasi. Knowledge sharing ini tidak mungkin dapat dilakukan tanpa adanya komunikasi lebih dari satu arah.
Disamping hal diatas, knowledge sharing memiliki hambatan yang bersumber dari kecemburuan antar divisi, departermen, juga rendahnya insentif, keyakinan dan komitmen (Not Invented Here (NIH))
Hambatan hambatan ini bisa diminimalisasi melalui pengingkatan trust (kepercayaan) dan kerjasama di lingkungan organisasi itu tercipa melaui komunikassi dan sosialisai yang lebih efektif tentang arti dan manfaat knowledge sharing
Jadi knowledge sharing bermanfaat meningkatkan kinerja perusahaan. Didalam setiap unit organisasi selalu tersedia pengetahuan yang terbaik atau Best Practise, yakni cara melakukan sesuatu dengan baik
Best practise ini perlu dideseminasi atau disebarkan ke seluruh unit kerja organisasi, sehingga akan memiliki manfaat untuk meningkatkan integration, corporation, service dan inovation disisi internal yang juga akan berdampak pada sisi external perusahaan
4. Siapakah yang bertanggung jawab pada knowledge sharing dalam suatu institusi / unit agar organisasi tersebut mejadi learning organization? Bagai mana caranya? Infrastruktur apa yang dapat mendukung implementasi knowledge sharing?
» Didalam semua kegiatan perusahaan knowledge sharing (KS) harus dapat memberikan peranan penting dalam perusahaan dengan tujuan agar semua komponen diperusahaan merasa bertanggung jawab terhadap kehidupan perusahaan
Knowledge sharing juga akan menimbulkan learning organization, untuk memberikan knowledge kepada orang lain, dan tentunya ini merupakan suatu proses belajar dari pengalaman orng lain. Namun, kegiatan sharing ini juga tidak semudah itu dilaksanakan oleh perusahaan, ada beberapa hal yang dapat menghambat prses sharing, antara lain :
a. Knowledge is power
Knowledge yang dimiliki oleh seseorang menjadi sebuah kekuatan tersendiri, dan jika harus dibagikan kepada orang lain, justru akan merugikan dirinya, karena akan akan merasa tersaingi
b. Not Incented Here
Setiap orang memiliki cara belajar tersendiri, sehingga jika ia merasa bukan cara belajar yang ia ciptakan, maka ia tidak mau belajar
c. Lack of support from management
Banyak oraganisasi yang tidak memfasilitasi pada karyawannya untuk belajar. Perusahaan tersebut menganggap bahwa dengan belajar justru akan mengurangi produktifitas kerja karena mengurangi jam kerja para karyawannya
Perusahaan yang ingin menjadi sebuah learning organization harus mengetahui komponen-komponen yang terdiri dari :
a. System thinking
Kita harus melihat segala sesuatu yang ada diperusahaan sebagai sebuah kesatuan, bukan sesuatu yang bersifat individual
b. Shared vision
Sebagai pemimpin, pasti memiliki visi tersendiri yang belum tentu dimiliki oleh para anak buahnya, oleh sebab itu, perusahaan memfasilitasi dan mengatur agar terjadi sinergi antara visi yang dimiliki oleh sang pemimpin dengan para anak buahnya\
c. Personal Mastery
Komponen ini meliputi keinginan atau komitmen yang muncul dari seseorang untuk melakukan pembelajaran. Biasanya, seseorang tumbuh dan belajar dibidang yang ia minati dan menjadi bidang inti (core) dalam proses pembelajaran
d. Mental methode
Secara mental, jika da nilai-nilai yang tidak sesuai dengan proses pembelajaran dalam sebuah organisasi, maka harus ada nilai-nilai baru yang sesuai untuk dimasukkan kedalamnya
e. Team learning
Setiap individu memiliki knowledge dan pengalaman tersendiri, dan hal ini haruslah dibagikan kepada orang lain agar menjadi sebuah tim yang dapat menghasilkan knowledge bersama disebuah organisasi
5. Perlunya proyek teknologi disuatu institusi atau perusahaan
» Sebagain besar masyarakat bisnis masih meyakini bahwa teori manajemen strategi masih relevan saat ini untuk mampu memenangi persaingan, perusahaan harus memiliki minimal satu dari tiga strategi generik, yatu menjadi cost leader, membuat deferensiasi, dan fokus mengincar pasar tertentu.
Sebelum adanya TI, barangkali teori ”pilih satu” ini masih dapat dianggap benanr, kenyataannya, kadang TI malah dapat membantu perusahaan melakukan ketiga-tiganya sekaligus
Bagi sebagian perusahaan, TI merupakan diferensiasi penting yang amat terkait dengan keunitan. Dengan kata lain, apabila direfensiasi mudah ditiru pesaing, maka hilanglah diferensiasi itu karena tidak unik lagi. Contoh termudah, pemberian fasilita email yang tadinya menjadi killer-apps dan diferensiasi, tetapi karena semua situs dotcom mulai menawarkan fasilitas email gratis maka situs itu tidak unik lagi dan TI telah menjadi komoditas. TI tidak ubahnya ubahnya perangkat infrastruktur lain seperti listrik ataupun rel kereta api. Proyek TI yang dikerjakan harus dapat memposisikan secara relevan terhadap pentingnya melakukan alignment antara inventasi TI dengan value yang dihasilkan
Hal penting dalam proyek TI adalah menjadikan peran TI bukan hanya untuk support dan otomasi, tetapi telah menjadi business enabler.
Dibalik semua itu, kesuksesan aplikasi bersifat enabler justru sangat bergantung pula pada willingness dan peran serta perusahaan itu untuk berubah. Tak jarang aplikasi mahal tidak dapat digunakan sebab pengguna tidak siap berubah.
P:87/A
Minggu, 04 Juli 2010
Manajemen Proyek TI (Masalah dan Pemecahan)
1. Hubungan antara ketidakpastian proyek dan bahwa proyek harus menciptakan suatu produk atau jasa yang Unik!
Jawaban No. 1
Setiap proyek haruslah memiliki sasaran dengan tujuan yang unik, namun sangat sulit untuk mendefinikan sasarannya serta memprediksikan jangka waktu proyek dapat diselesaikan termasuk biaya yang harus dikeluarkan. Hal inilah yang menimbulkan ketidakpastian sehingga perlu dilakukan tata kelola proyek sehingga seluruh tantangan dapat ditangani, terutama bila proyek memasukkan teknologi baru. Dengan demikian proyek yang harus menghasilkan produk yang unik akan mempunyai nilai manfaat daya guna yang tinggi.
2.Proyek yang memasukkan teknologi baru selalu menghadapi ketidakpastian!
Jawaban No. 2
Memasukkan teknologi baru kedalam proyek yang berdampak unik dan mempunyai manfaat daya guna yang tinggi, dapat diterima oleh banyak pihak, jangka waktu teknologi yang baru ini dapat diterima atau terselesaikan, maka yang akan timbul adalah selalu menghadapi ketidakpastian.
Proyek adalah suatu upaya atau usaha temporer atau sementara untuk menciptakan suatu produk atau jasa yang unik dan mempunyai sasaran yang tertentu. Kegiatan proyek harus mencapai atau melebihi kebutuhan dan harapan dari stakeholders.
Dalam pengerjaan proyek yang melewati proses trial and error, akan mengalami pengulangan research dan develop pembuatan proyek membutuhkan waktu yang tidak pasti, begitu juga biaya yang akan timbul.
Tapi bagaimana bila ketidak pastian menimbulkan ketidaksuksesan yang berwujud gagalnya suatu proyek teknologi informasi (TI). Sejauh ini, pada umumnya tingkat keberhasilan proyek TI masih rendah. Merujuk survey pertengahan tahun 1990-an sampai awal tahun 2000-an lalu Standish Group Study (CHAOS) menemukan hanya 16,2% proyek TI yang sukses, sementara lebih dari 31% proyek TI dibatalkan sebelum proyek rampung. Belum lagi, banyak ditemukan proyek TI yang mengalami pembengkakan cost. Bila disimak, salah-satu pemicu kegagalan proyek TI adalah dilupakannya IT project management – atau manajemen proyek TI.
Tapi ironisnya, kegagalan implementasi TI sering kali ditutup-tutupi atau dikesampingkan oleh pihak internal perusahaan/organisasi. Hal tersebut karena :
1. Ingin menutupi kesalahan pengambilan keputusan,
2. Menyalahkan teknologi yang tidak mampu memenuhi kebutuhan,
3. Tidak tahu ukuran keberhasilannya, karena awam terhadap TI dan atau manajemen TI,
4. Tidak mampu berbuat banyak, karena sudah mengeluarkan uang, namun tidak menguasai/mampu memperbaiki TI/proyek itu sendiri.
Banyak hal yang bisa membuat sebuah proyek TI mengalami ketidak pastian bahkan gagal, antara lain :
1. Perencanaan yang buruk
2. Ruang lingkup proyek tidak Jelas
3. Berubahnya spesifikasi kebutuhan ditengah-tengah jalannya proyek
4. Jangka waktu implementasi yang tidak realistis
5. Kurangnya dukungan manajeman dan keterlibatan user
6. Gagalnya komunikasi antar anggota tim
7. Keahlian SDM yang tidak memadai
3. Hubungan antara pohon industri Teknologi Informasi dengan Investment pada industri tertentu !
Jawaban No. 3
Investasi merupakan salah satu keharusan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan, terutama ketika bisnisnya sedang berada dalam tahap awal, yaitu pada tingkat pembentukan dan pertumbuhan (infancy dan growth stages). Namun tidak jarang dijumpai pimpinan perusahaan yang menganggap bahwa investasi terhadap teknologi informasi merupakan suatu hal yang tidak terlalu penting untuk dilakukan oleh perusahaan. Kebanyakan dari mereka merasa bahwa investasi tersebut sifatnya adalah optional atau nice to have belaka, dalam arti kata tidak wajib untuk dilaksanakan. Dalam kerangka manajemen strategis di era moderen saat ini, pandangan tersebut dapat dianggap benar atau salah sama sekali, tergantung dari karakteristik investasi yang ada.
Pada dasarnya peranan teknologi informasi bagi setiap perusahaan bersifat unik dan spesifik. Hal ini disebabkan karena masing-masing perusahaan memiliki strategi yang berbeda satu dengan lainnya..
Dengan adanya pemanfaatan pohon industri teknologi informasi dan pengembangan pohon industri informasi maka akan dapat mentukan sasaran dengan tepat sesuai dengn visi dan misi suatu organisai industri sehingga investasi tersebut tidak akan sia sia dan diharapkan akan menjadi sarana kemajuan dan kesuksesan pada industri lain yang memanfaat pohon industri teknologi informasi.
Contoh penerapan teknologi informasi pada industri manufacture benang tenun yaitu pembuatan ERP untuk Industri tersebut. Dari sisi logistik, untuk menekan biaya, bahwa bahan baku dibeli secara impor yang harganya selalu dipengauhi dengan nilai tukar dollar, disamping itu pembelian bahan bku harus memprediksikan dengan musim (cuaca alam) dan trend bahan fashion. Perusahaan harus mampu menghitung setiap biaya dan anggaran yang dibutuhkan dalam setiap aktivitas produksi, mengontrol transaksi dan perusahaan, mempersingkat financial close-cycle, serta pajak, peningkatan efisiensi dan efektivitas. dan sangat mengurangi resiko tidak terpantaunya proses produksi. Karena semua aktivitas produksi telah tercatat teknologi informasi tersebut sehingga dapat mengambil keputusan yang cepat dan akurat sehingga hasil produksi dapat semuanya terserap oleh pasar.
4. Cara memaksimumkan nilai investasi TI perusahaan sambil meminimumkan resiko, agar proyek sukses !
Jawaban No 4
Bisnis dewasa ini tidak dapat bertahan tanpa teknologi, termasuk teknologi informasi. Bahwa negara-negara dan perusahaan-perusahaan yang unggul adalah mereka yang sejak awal menerapkan TI sebagai alat untuk berkompetisi. Penerapan TI telah terbukti mampu memberi keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Tidak mengherankan kalau hampir semua lini bisnis dalam perusahaan menggunakan TI sebagai alat pendukung kerjanya.
Ditinjau dari segi peranan strategis teknologi informasi, paling tidak dapat ditemukan lima jenis tujuan dari dilakukannya investasi terhadap perangkat teknologi tersebut.
• Kategori pertama adalah karena alasan kelangsungan hidup perusahaan atau bisnis itu sendiri, dalam arti kata adalah bahwa perusahaan melihat bahwa keberadaan teknologi informasi di dalam bisnis terkait sifatnya adalah mutlak.
• Kategori kedua adalah perusahaan yang hendak melakukan investasi karena alasan ingin memperbaiki efisiensi. Diharapkan dengan diimplementasikannya teknologi informasi dalam sejumlah bidang atau aktivitas tertentu, maka akan dilakukan proses reduksi atau optimalisasi terhadap alokasi beragam sumber daya perusahaan, seperti: manusia, waktu, biaya, material, aset, dan lain sebagainya. Biasanya teknologi informasi dipergunakan untuk menekan atau mereduksi biaya komunikasi (interaksi) dan transaksi.
• Kategori ketiga adalah tujuan investasi untuk memperbaiki efektitivitas usaha, dalam arti kata melakukan apa yang diistilahkan sebagai do the right thing.
• Kategori keempat adalah keinginan perusahaan untuk mendapatkan suatu loncatan keunggulan kompetitif (competitive advantage leap) agar dapat meninggalkan para pesaing bisnisnya dengan mengembangkan teknologi yang perusahaan lain belum memiliki.
• Kategori kelima (yang terakhir) adalah suatu bentuk investasi yang dilatarbelakangi oleh peranan teknologi informasi sebagai salah satu perangkat infrastruktur yang tidak dapat dihindari keberadaannya bagi sebuah perusahaan di era global ini. Jadi, apa saja keuntungan-keuntungan yang bisa diperoleh dari penerapan TI dalam kegiatan bisnis perusahaan:
Adapun cara memaksimumkan nilai investasi teknologi informasi perusahaan sambil meminimumkan resiko yaitu dengan menerapkan teknologi informasi secara menyeluruh dan terintegrasi dari seluruh proses bisnis yang terlibat dapat organisasi tersebut, sehingga akurasi dan konsistensi data dapat dipertanggung jawabkan.
Untuk meminimumkan resiko dari teknologi informasi tersebut maka yang pertama adalah pengetahuan akan teknologi informasi yang akan diterapkan agar tidak terjadinya kesalah pahaman pengunaan teknologi informasi yang akan diterapkan, lalu semua bidang dalam industri tersebut menggunakan teknologi informasinya dengan baik dan benar. Maka resiko yang akan timbul akan kecil sekali dan sebaliknya tingkat produksi akan lebih maju dan sukses. Dan sebelum adanya penerapan teknologi informasi kedalam industri tersebut, tidak lupa harus adanya analisa, review dan studi kelayakan teknologi tersebut agar tidak terjadi perbedaan alur kerja (flow system) terhadap sistem dan.
5. Pengelolaan proyek merupakan aplikasi dari knowledge, keterampilan, alat, dan teknik untuk kegiatan proyek yang dapat memenuhi kebutuhan proyek. Proyek seharusnya merupakan aplikasi dari knowledge
Jawaban No 5
Knowledge merupakan kemampuan manusia untuk melakukan aksi secara efektif pada kondisi yang bervariasi dan situasi tak menentu.
Knowledge adalah penggabungan dari pengalaman, nilai, informasi kontekstual, pandangan dan intuisi para pakar yang membangun lingkungan dan kerangka evaluasi dan juga gabungan pengalaman dan informasi baru. dan yang terpenting adalah knowledge berasal dari informasi dan informasi berasal dari data / fakta yang telah diolah.
Didalam suatu proyek dengan kegiatan yang sangat kompleks dan melibatkan sekumpulan orang yang melakukan sejumlah kegiatan berbeda, pada beberapa fase yang berbeda pula. Perubahan teknologi yang semakin cepat mengharuskan pekerjaan dalam proyek dilakukan secara dinamis dan mengikuti perubahan yang ada. Perubahan yang terus berjalan tersebut memicu penciptaan pengetahuan baru setiap harinya.
Orang yang terkait langsung dengan kegiatan proyek tersebut bertanggung jawab penuh untuk memastikan bahwa knowledge yang sudah ada tetap terjaga sehingga tetap dapat dirunut di mana dan siapa yang mempunyai knowledge. Untuk itu, diperlukan knowledge management agar knowledge dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk menciptakan keunggulan kompetitif dan business value bagi perusahaan.
Dalam proyek, knowledge dapat didentfikasi menjadi 2 type, yaitu
1. Knowledge yang melekat pada produk, di mana produk tersebut merupakan hasil karya intelektual dan aktivitas kreatif.
2. Meta-knowledge, yaitu knowledge tentang produk dan proses itu sendiri.
Jadi proyek dan knowledge adalam suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam mengaplikasikan suatu tujuan
Jawaban No. 1
Setiap proyek haruslah memiliki sasaran dengan tujuan yang unik, namun sangat sulit untuk mendefinikan sasarannya serta memprediksikan jangka waktu proyek dapat diselesaikan termasuk biaya yang harus dikeluarkan. Hal inilah yang menimbulkan ketidakpastian sehingga perlu dilakukan tata kelola proyek sehingga seluruh tantangan dapat ditangani, terutama bila proyek memasukkan teknologi baru. Dengan demikian proyek yang harus menghasilkan produk yang unik akan mempunyai nilai manfaat daya guna yang tinggi.
2.Proyek yang memasukkan teknologi baru selalu menghadapi ketidakpastian!
Jawaban No. 2
Memasukkan teknologi baru kedalam proyek yang berdampak unik dan mempunyai manfaat daya guna yang tinggi, dapat diterima oleh banyak pihak, jangka waktu teknologi yang baru ini dapat diterima atau terselesaikan, maka yang akan timbul adalah selalu menghadapi ketidakpastian.
Proyek adalah suatu upaya atau usaha temporer atau sementara untuk menciptakan suatu produk atau jasa yang unik dan mempunyai sasaran yang tertentu. Kegiatan proyek harus mencapai atau melebihi kebutuhan dan harapan dari stakeholders.
Dalam pengerjaan proyek yang melewati proses trial and error, akan mengalami pengulangan research dan develop pembuatan proyek membutuhkan waktu yang tidak pasti, begitu juga biaya yang akan timbul.
Tapi bagaimana bila ketidak pastian menimbulkan ketidaksuksesan yang berwujud gagalnya suatu proyek teknologi informasi (TI). Sejauh ini, pada umumnya tingkat keberhasilan proyek TI masih rendah. Merujuk survey pertengahan tahun 1990-an sampai awal tahun 2000-an lalu Standish Group Study (CHAOS) menemukan hanya 16,2% proyek TI yang sukses, sementara lebih dari 31% proyek TI dibatalkan sebelum proyek rampung. Belum lagi, banyak ditemukan proyek TI yang mengalami pembengkakan cost. Bila disimak, salah-satu pemicu kegagalan proyek TI adalah dilupakannya IT project management – atau manajemen proyek TI.
Tapi ironisnya, kegagalan implementasi TI sering kali ditutup-tutupi atau dikesampingkan oleh pihak internal perusahaan/organisasi. Hal tersebut karena :
1. Ingin menutupi kesalahan pengambilan keputusan,
2. Menyalahkan teknologi yang tidak mampu memenuhi kebutuhan,
3. Tidak tahu ukuran keberhasilannya, karena awam terhadap TI dan atau manajemen TI,
4. Tidak mampu berbuat banyak, karena sudah mengeluarkan uang, namun tidak menguasai/mampu memperbaiki TI/proyek itu sendiri.
Banyak hal yang bisa membuat sebuah proyek TI mengalami ketidak pastian bahkan gagal, antara lain :
1. Perencanaan yang buruk
2. Ruang lingkup proyek tidak Jelas
3. Berubahnya spesifikasi kebutuhan ditengah-tengah jalannya proyek
4. Jangka waktu implementasi yang tidak realistis
5. Kurangnya dukungan manajeman dan keterlibatan user
6. Gagalnya komunikasi antar anggota tim
7. Keahlian SDM yang tidak memadai
3. Hubungan antara pohon industri Teknologi Informasi dengan Investment pada industri tertentu !
Jawaban No. 3
Investasi merupakan salah satu keharusan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan, terutama ketika bisnisnya sedang berada dalam tahap awal, yaitu pada tingkat pembentukan dan pertumbuhan (infancy dan growth stages). Namun tidak jarang dijumpai pimpinan perusahaan yang menganggap bahwa investasi terhadap teknologi informasi merupakan suatu hal yang tidak terlalu penting untuk dilakukan oleh perusahaan. Kebanyakan dari mereka merasa bahwa investasi tersebut sifatnya adalah optional atau nice to have belaka, dalam arti kata tidak wajib untuk dilaksanakan. Dalam kerangka manajemen strategis di era moderen saat ini, pandangan tersebut dapat dianggap benar atau salah sama sekali, tergantung dari karakteristik investasi yang ada.
Pada dasarnya peranan teknologi informasi bagi setiap perusahaan bersifat unik dan spesifik. Hal ini disebabkan karena masing-masing perusahaan memiliki strategi yang berbeda satu dengan lainnya..
Dengan adanya pemanfaatan pohon industri teknologi informasi dan pengembangan pohon industri informasi maka akan dapat mentukan sasaran dengan tepat sesuai dengn visi dan misi suatu organisai industri sehingga investasi tersebut tidak akan sia sia dan diharapkan akan menjadi sarana kemajuan dan kesuksesan pada industri lain yang memanfaat pohon industri teknologi informasi.
Contoh penerapan teknologi informasi pada industri manufacture benang tenun yaitu pembuatan ERP untuk Industri tersebut. Dari sisi logistik, untuk menekan biaya, bahwa bahan baku dibeli secara impor yang harganya selalu dipengauhi dengan nilai tukar dollar, disamping itu pembelian bahan bku harus memprediksikan dengan musim (cuaca alam) dan trend bahan fashion. Perusahaan harus mampu menghitung setiap biaya dan anggaran yang dibutuhkan dalam setiap aktivitas produksi, mengontrol transaksi dan perusahaan, mempersingkat financial close-cycle, serta pajak, peningkatan efisiensi dan efektivitas. dan sangat mengurangi resiko tidak terpantaunya proses produksi. Karena semua aktivitas produksi telah tercatat teknologi informasi tersebut sehingga dapat mengambil keputusan yang cepat dan akurat sehingga hasil produksi dapat semuanya terserap oleh pasar.
4. Cara memaksimumkan nilai investasi TI perusahaan sambil meminimumkan resiko, agar proyek sukses !
Jawaban No 4
Bisnis dewasa ini tidak dapat bertahan tanpa teknologi, termasuk teknologi informasi. Bahwa negara-negara dan perusahaan-perusahaan yang unggul adalah mereka yang sejak awal menerapkan TI sebagai alat untuk berkompetisi. Penerapan TI telah terbukti mampu memberi keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Tidak mengherankan kalau hampir semua lini bisnis dalam perusahaan menggunakan TI sebagai alat pendukung kerjanya.
Ditinjau dari segi peranan strategis teknologi informasi, paling tidak dapat ditemukan lima jenis tujuan dari dilakukannya investasi terhadap perangkat teknologi tersebut.
• Kategori pertama adalah karena alasan kelangsungan hidup perusahaan atau bisnis itu sendiri, dalam arti kata adalah bahwa perusahaan melihat bahwa keberadaan teknologi informasi di dalam bisnis terkait sifatnya adalah mutlak.
• Kategori kedua adalah perusahaan yang hendak melakukan investasi karena alasan ingin memperbaiki efisiensi. Diharapkan dengan diimplementasikannya teknologi informasi dalam sejumlah bidang atau aktivitas tertentu, maka akan dilakukan proses reduksi atau optimalisasi terhadap alokasi beragam sumber daya perusahaan, seperti: manusia, waktu, biaya, material, aset, dan lain sebagainya. Biasanya teknologi informasi dipergunakan untuk menekan atau mereduksi biaya komunikasi (interaksi) dan transaksi.
• Kategori ketiga adalah tujuan investasi untuk memperbaiki efektitivitas usaha, dalam arti kata melakukan apa yang diistilahkan sebagai do the right thing.
• Kategori keempat adalah keinginan perusahaan untuk mendapatkan suatu loncatan keunggulan kompetitif (competitive advantage leap) agar dapat meninggalkan para pesaing bisnisnya dengan mengembangkan teknologi yang perusahaan lain belum memiliki.
• Kategori kelima (yang terakhir) adalah suatu bentuk investasi yang dilatarbelakangi oleh peranan teknologi informasi sebagai salah satu perangkat infrastruktur yang tidak dapat dihindari keberadaannya bagi sebuah perusahaan di era global ini. Jadi, apa saja keuntungan-keuntungan yang bisa diperoleh dari penerapan TI dalam kegiatan bisnis perusahaan:
Adapun cara memaksimumkan nilai investasi teknologi informasi perusahaan sambil meminimumkan resiko yaitu dengan menerapkan teknologi informasi secara menyeluruh dan terintegrasi dari seluruh proses bisnis yang terlibat dapat organisasi tersebut, sehingga akurasi dan konsistensi data dapat dipertanggung jawabkan.
Untuk meminimumkan resiko dari teknologi informasi tersebut maka yang pertama adalah pengetahuan akan teknologi informasi yang akan diterapkan agar tidak terjadinya kesalah pahaman pengunaan teknologi informasi yang akan diterapkan, lalu semua bidang dalam industri tersebut menggunakan teknologi informasinya dengan baik dan benar. Maka resiko yang akan timbul akan kecil sekali dan sebaliknya tingkat produksi akan lebih maju dan sukses. Dan sebelum adanya penerapan teknologi informasi kedalam industri tersebut, tidak lupa harus adanya analisa, review dan studi kelayakan teknologi tersebut agar tidak terjadi perbedaan alur kerja (flow system) terhadap sistem dan.
5. Pengelolaan proyek merupakan aplikasi dari knowledge, keterampilan, alat, dan teknik untuk kegiatan proyek yang dapat memenuhi kebutuhan proyek. Proyek seharusnya merupakan aplikasi dari knowledge
Jawaban No 5
Knowledge merupakan kemampuan manusia untuk melakukan aksi secara efektif pada kondisi yang bervariasi dan situasi tak menentu.
Knowledge adalah penggabungan dari pengalaman, nilai, informasi kontekstual, pandangan dan intuisi para pakar yang membangun lingkungan dan kerangka evaluasi dan juga gabungan pengalaman dan informasi baru. dan yang terpenting adalah knowledge berasal dari informasi dan informasi berasal dari data / fakta yang telah diolah.
Didalam suatu proyek dengan kegiatan yang sangat kompleks dan melibatkan sekumpulan orang yang melakukan sejumlah kegiatan berbeda, pada beberapa fase yang berbeda pula. Perubahan teknologi yang semakin cepat mengharuskan pekerjaan dalam proyek dilakukan secara dinamis dan mengikuti perubahan yang ada. Perubahan yang terus berjalan tersebut memicu penciptaan pengetahuan baru setiap harinya.
Orang yang terkait langsung dengan kegiatan proyek tersebut bertanggung jawab penuh untuk memastikan bahwa knowledge yang sudah ada tetap terjaga sehingga tetap dapat dirunut di mana dan siapa yang mempunyai knowledge. Untuk itu, diperlukan knowledge management agar knowledge dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk menciptakan keunggulan kompetitif dan business value bagi perusahaan.
Dalam proyek, knowledge dapat didentfikasi menjadi 2 type, yaitu
1. Knowledge yang melekat pada produk, di mana produk tersebut merupakan hasil karya intelektual dan aktivitas kreatif.
2. Meta-knowledge, yaitu knowledge tentang produk dan proses itu sendiri.
Jadi proyek dan knowledge adalam suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam mengaplikasikan suatu tujuan
Rabu, 30 Juni 2010
Object Oriented Programming Concept (Java)
Object Oriented Programing (OOP) atau teknologi Object Oriented memandang software sebagai sebuah interaksi antar bagian dalam sebuah system, dan menggambarkan bagian itu dalam satu object yang memiliki sifat / property / data dan kemampuan untuk melakukan suatu tugas tertentu
OOP memungkinkan system kompleks dipecah kedalam bagian-bagian kecil yang lebih mudah dipahami dan diselesaikan. Bagian-bagian (kecil) kode program dapat digunakan ulang oleh banyak aplikasi untuk menyelesaikan berbagai masalah
OOP adalah metode pemrograman yang mengikuti konsep konsep berorientasi objek. Yakni encapsulation (pengkapsulan), inheritance (pewarisan), polimorfisme keragaman/bentuk lain)
Dalam OOP dibangun deskripsi tipe umum dari object kemudian dibuat object khusus menggunakan tipe umum tersebut sebanyak yang diperlukan. Tipe umum disebut class sedangkan object disebut instance dari class
Java disebut bahasa berorientasi object karena program dibangun atas object software, yang mempunyai state atau atribut dan operasi atau metode (attribute dan method)
Bahasa pemmrograman Java dikembangkan oleh Sun Microsystem sekitar 1990-1991 untuk pemrograman embedded system
Karakteristik bahasa Java
•Simple, Java dapat dpelajari denan cepat karena jumlah kokstruksi bahasanya sedikit
•Object Oriented, Java adalah bahasa Object Oriented murni
•Distributed. Java menyediakan dukungan tingkat tinggi untuk networking, misalkan komunikasi di Internet
•Robust, Java dirancang untuk penulisan software yang reliable (handal) dan cepat
•Secure, Java menyediakan control keamanan yang melindungi terhadap malicious code
•Architure neutrl. Karena program Java dicompile ke dalam byte-code netral arsitektur, program Java dapat berjalan pada system apapun selama terinstall JVM atau JRE (Java Runtime Environment)
•Portable, dapat dipindahkan dari satu mesin ke msin lain, tanpa perubahan
•Multi-theaded, Java menyediakan dukungan terhadap banyak thead eksekusi yang menangani tugas berbeda, misal mendengar audio sambil mendownload gambar
•Dinamic, kode Java dapat dimuat kapanpun ke dalam interreter java yang sedang berjalan, misalnya Word-processor dapat mengambil kode dari internet untuk pembacaan file unknown type
Contoh program Java Sederhana
/*
Program Java Sederhana
Mencetak Text ke layar
File name : sederhana.java
*/
Public class sederhana {
Public static void main (String(), arg) {
System.out.print (“Menjalankan program Java”);
// cetak text ...selesai
System.out.println(”...selesai...”);
}
}
Anatomi Program
•Apa yng ditulis harus menjadi bagian dari suatu class. Terdapat satu class bernama sederhana
•Kode program bersifat case sensitive, huruf kecil berbeda dengan huruf besar
•Komentar (simol /* dan */, atau //) diabaikan oleh compiler
•Class mempunyai access modifier, mentukn bagimana class dapat diakses.
•Program mempunyai satu class publicly accessible, dan nama dari class ini harus sama dengan nama file dari program
•Program mempunyi satu method bernama main
•Kurung kurawal { dan } membatasi awal dan akhir class dan method
OOP memungkinkan system kompleks dipecah kedalam bagian-bagian kecil yang lebih mudah dipahami dan diselesaikan. Bagian-bagian (kecil) kode program dapat digunakan ulang oleh banyak aplikasi untuk menyelesaikan berbagai masalah
OOP adalah metode pemrograman yang mengikuti konsep konsep berorientasi objek. Yakni encapsulation (pengkapsulan), inheritance (pewarisan), polimorfisme keragaman/bentuk lain)
Dalam OOP dibangun deskripsi tipe umum dari object kemudian dibuat object khusus menggunakan tipe umum tersebut sebanyak yang diperlukan. Tipe umum disebut class sedangkan object disebut instance dari class
Java disebut bahasa berorientasi object karena program dibangun atas object software, yang mempunyai state atau atribut dan operasi atau metode (attribute dan method)
Bahasa pemmrograman Java dikembangkan oleh Sun Microsystem sekitar 1990-1991 untuk pemrograman embedded system
Karakteristik bahasa Java
•Simple, Java dapat dpelajari denan cepat karena jumlah kokstruksi bahasanya sedikit
•Object Oriented, Java adalah bahasa Object Oriented murni
•Distributed. Java menyediakan dukungan tingkat tinggi untuk networking, misalkan komunikasi di Internet
•Robust, Java dirancang untuk penulisan software yang reliable (handal) dan cepat
•Secure, Java menyediakan control keamanan yang melindungi terhadap malicious code
•Architure neutrl. Karena program Java dicompile ke dalam byte-code netral arsitektur, program Java dapat berjalan pada system apapun selama terinstall JVM atau JRE (Java Runtime Environment)
•Portable, dapat dipindahkan dari satu mesin ke msin lain, tanpa perubahan
•Multi-theaded, Java menyediakan dukungan terhadap banyak thead eksekusi yang menangani tugas berbeda, misal mendengar audio sambil mendownload gambar
•Dinamic, kode Java dapat dimuat kapanpun ke dalam interreter java yang sedang berjalan, misalnya Word-processor dapat mengambil kode dari internet untuk pembacaan file unknown type
Contoh program Java Sederhana
/*
Program Java Sederhana
Mencetak Text ke layar
File name : sederhana.java
*/
Public class sederhana {
Public static void main (String(), arg) {
System.out.print (“Menjalankan program Java”);
// cetak text ...selesai
System.out.println(”...selesai...”);
}
}
Anatomi Program
•Apa yng ditulis harus menjadi bagian dari suatu class. Terdapat satu class bernama sederhana
•Kode program bersifat case sensitive, huruf kecil berbeda dengan huruf besar
•Komentar (simol /* dan */, atau //) diabaikan oleh compiler
•Class mempunyai access modifier, mentukn bagimana class dapat diakses.
•Program mempunyai satu class publicly accessible, dan nama dari class ini harus sama dengan nama file dari program
•Program mempunyi satu method bernama main
•Kurung kurawal { dan } membatasi awal dan akhir class dan method
Langganan:
Postingan (Atom)