Minggu, 04 Juli 2010

Manajemen Proyek TI (Masalah dan Pemecahan)

1. Hubungan antara ketidakpastian proyek dan bahwa proyek harus menciptakan suatu produk atau jasa yang Unik!

Jawaban No. 1

Setiap proyek haruslah memiliki sasaran dengan tujuan yang unik, namun sangat sulit untuk mendefinikan sasarannya serta memprediksikan jangka waktu proyek dapat diselesaikan termasuk biaya yang harus dikeluarkan. Hal inilah yang menimbulkan ketidakpastian sehingga perlu dilakukan tata kelola proyek sehingga seluruh tantangan dapat ditangani, terutama bila proyek memasukkan teknologi baru. Dengan demikian proyek yang harus menghasilkan produk yang unik akan mempunyai nilai manfaat daya guna yang tinggi.


2.Proyek yang memasukkan teknologi baru selalu menghadapi ketidakpastian!

Jawaban No. 2

Memasukkan teknologi baru kedalam proyek yang berdampak unik dan mempunyai manfaat daya guna yang tinggi, dapat diterima oleh banyak pihak, jangka waktu teknologi yang baru ini dapat diterima atau terselesaikan, maka yang akan timbul adalah selalu menghadapi ketidakpastian.
Proyek adalah suatu upaya atau usaha temporer atau sementara untuk menciptakan suatu produk atau jasa yang unik dan mempunyai sasaran yang tertentu. Kegiatan proyek harus mencapai atau melebihi kebutuhan dan harapan dari stakeholders.
Dalam pengerjaan proyek yang melewati proses trial and error, akan mengalami pengulangan research dan develop pembuatan proyek membutuhkan waktu yang tidak pasti, begitu juga biaya yang akan timbul.
Tapi bagaimana bila ketidak pastian menimbulkan ketidaksuksesan yang berwujud gagalnya suatu proyek teknologi informasi (TI). Sejauh ini, pada umumnya tingkat keberhasilan proyek TI masih rendah. Merujuk survey pertengahan tahun 1990-an sampai awal tahun 2000-an lalu Standish Group Study (CHAOS) menemukan hanya 16,2% proyek TI yang sukses, sementara lebih dari 31% proyek TI dibatalkan sebelum proyek rampung. Belum lagi, banyak ditemukan proyek TI yang mengalami pembengkakan cost. Bila disimak, salah-satu pemicu kegagalan proyek TI adalah dilupakannya IT project management – atau manajemen proyek TI.

Tapi ironisnya, kegagalan implementasi TI sering kali ditutup-tutupi atau dikesampingkan oleh pihak internal perusahaan/organisasi. Hal tersebut karena :
1. Ingin menutupi kesalahan pengambilan keputusan,
2. Menyalahkan teknologi yang tidak mampu memenuhi kebutuhan,
3. Tidak tahu ukuran keberhasilannya, karena awam terhadap TI dan atau manajemen TI,
4. Tidak mampu berbuat banyak, karena sudah mengeluarkan uang, namun tidak menguasai/mampu memperbaiki TI/proyek itu sendiri.
Banyak hal yang bisa membuat sebuah proyek TI mengalami ketidak pastian bahkan gagal, antara lain :
1. Perencanaan yang buruk
2. Ruang lingkup proyek tidak Jelas
3. Berubahnya spesifikasi kebutuhan ditengah-tengah jalannya proyek
4. Jangka waktu implementasi yang tidak realistis
5. Kurangnya dukungan manajeman dan keterlibatan user
6. Gagalnya komunikasi antar anggota tim
7. Keahlian SDM yang tidak memadai


3. Hubungan antara pohon industri Teknologi Informasi dengan Investment pada industri tertentu !

Jawaban No. 3

Investasi merupakan salah satu keharusan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan, terutama ketika bisnisnya sedang berada dalam tahap awal, yaitu pada tingkat pembentukan dan pertumbuhan (infancy dan growth stages). Namun tidak jarang dijumpai pimpinan perusahaan yang menganggap bahwa investasi terhadap teknologi informasi merupakan suatu hal yang tidak terlalu penting untuk dilakukan oleh perusahaan. Kebanyakan dari mereka merasa bahwa investasi tersebut sifatnya adalah optional atau nice to have belaka, dalam arti kata tidak wajib untuk dilaksanakan. Dalam kerangka manajemen strategis di era moderen saat ini, pandangan tersebut dapat dianggap benar atau salah sama sekali, tergantung dari karakteristik investasi yang ada.
Pada dasarnya peranan teknologi informasi bagi setiap perusahaan bersifat unik dan spesifik. Hal ini disebabkan karena masing-masing perusahaan memiliki strategi yang berbeda satu dengan lainnya..
Dengan adanya pemanfaatan pohon industri teknologi informasi dan pengembangan pohon industri informasi maka akan dapat mentukan sasaran dengan tepat sesuai dengn visi dan misi suatu organisai industri sehingga investasi tersebut tidak akan sia sia dan diharapkan akan menjadi sarana kemajuan dan kesuksesan pada industri lain yang memanfaat pohon industri teknologi informasi.
Contoh penerapan teknologi informasi pada industri manufacture benang tenun yaitu pembuatan ERP untuk Industri tersebut. Dari sisi logistik, untuk menekan biaya, bahwa bahan baku dibeli secara impor yang harganya selalu dipengauhi dengan nilai tukar dollar, disamping itu pembelian bahan bku harus memprediksikan dengan musim (cuaca alam) dan trend bahan fashion. Perusahaan harus mampu menghitung setiap biaya dan anggaran yang dibutuhkan dalam setiap aktivitas produksi, mengontrol transaksi dan perusahaan, mempersingkat financial close-cycle, serta pajak, peningkatan efisiensi dan efektivitas. dan sangat mengurangi resiko tidak terpantaunya proses produksi. Karena semua aktivitas produksi telah tercatat teknologi informasi tersebut sehingga dapat mengambil keputusan yang cepat dan akurat sehingga hasil produksi dapat semuanya terserap oleh pasar.

4. Cara memaksimumkan nilai investasi TI perusahaan sambil meminimumkan resiko, agar proyek sukses !

Jawaban No 4
Bisnis dewasa ini tidak dapat bertahan tanpa teknologi, termasuk teknologi informasi. Bahwa negara-negara dan perusahaan-perusahaan yang unggul adalah mereka yang sejak awal menerapkan TI sebagai alat untuk berkompetisi. Penerapan TI telah terbukti mampu memberi keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Tidak mengherankan kalau hampir semua lini bisnis dalam perusahaan menggunakan TI sebagai alat pendukung kerjanya.
Ditinjau dari segi peranan strategis teknologi informasi, paling tidak dapat ditemukan lima jenis tujuan dari dilakukannya investasi terhadap perangkat teknologi tersebut.
• Kategori pertama adalah karena alasan kelangsungan hidup perusahaan atau bisnis itu sendiri, dalam arti kata adalah bahwa perusahaan melihat bahwa keberadaan teknologi informasi di dalam bisnis terkait sifatnya adalah mutlak.
• Kategori kedua adalah perusahaan yang hendak melakukan investasi karena alasan ingin memperbaiki efisiensi. Diharapkan dengan diimplementasikannya teknologi informasi dalam sejumlah bidang atau aktivitas tertentu, maka akan dilakukan proses reduksi atau optimalisasi terhadap alokasi beragam sumber daya perusahaan, seperti: manusia, waktu, biaya, material, aset, dan lain sebagainya. Biasanya teknologi informasi dipergunakan untuk menekan atau mereduksi biaya komunikasi (interaksi) dan transaksi.
• Kategori ketiga adalah tujuan investasi untuk memperbaiki efektitivitas usaha, dalam arti kata melakukan apa yang diistilahkan sebagai do the right thing.
• Kategori keempat adalah keinginan perusahaan untuk mendapatkan suatu loncatan keunggulan kompetitif (competitive advantage leap) agar dapat meninggalkan para pesaing bisnisnya dengan mengembangkan teknologi yang perusahaan lain belum memiliki.
• Kategori kelima (yang terakhir) adalah suatu bentuk investasi yang dilatarbelakangi oleh peranan teknologi informasi sebagai salah satu perangkat infrastruktur yang tidak dapat dihindari keberadaannya bagi sebuah perusahaan di era global ini. Jadi, apa saja keuntungan-keuntungan yang bisa diperoleh dari penerapan TI dalam kegiatan bisnis perusahaan:
Adapun cara memaksimumkan nilai investasi teknologi informasi perusahaan sambil meminimumkan resiko yaitu dengan menerapkan teknologi informasi secara menyeluruh dan terintegrasi dari seluruh proses bisnis yang terlibat dapat organisasi tersebut, sehingga akurasi dan konsistensi data dapat dipertanggung jawabkan.
Untuk meminimumkan resiko dari teknologi informasi tersebut maka yang pertama adalah pengetahuan akan teknologi informasi yang akan diterapkan agar tidak terjadinya kesalah pahaman pengunaan teknologi informasi yang akan diterapkan, lalu semua bidang dalam industri tersebut menggunakan teknologi informasinya dengan baik dan benar. Maka resiko yang akan timbul akan kecil sekali dan sebaliknya tingkat produksi akan lebih maju dan sukses. Dan sebelum adanya penerapan teknologi informasi kedalam industri tersebut, tidak lupa harus adanya analisa, review dan studi kelayakan teknologi tersebut agar tidak terjadi perbedaan alur kerja (flow system) terhadap sistem dan.

5. Pengelolaan proyek merupakan aplikasi dari knowledge, keterampilan, alat, dan teknik untuk kegiatan proyek yang dapat memenuhi kebutuhan proyek. Proyek seharusnya merupakan aplikasi dari knowledge

Jawaban No 5

Knowledge merupakan kemampuan manusia untuk melakukan aksi secara efektif pada kondisi yang bervariasi dan situasi tak menentu.
Knowledge adalah penggabungan dari pengalaman, nilai, informasi kontekstual, pandangan dan intuisi para pakar yang membangun lingkungan dan kerangka evaluasi dan juga gabungan pengalaman dan informasi baru. dan yang terpenting adalah knowledge berasal dari informasi dan informasi berasal dari data / fakta yang telah diolah.
Didalam suatu proyek dengan kegiatan yang sangat kompleks dan melibatkan sekumpulan orang yang melakukan sejumlah kegiatan berbeda, pada beberapa fase yang berbeda pula. Perubahan teknologi yang semakin cepat mengharuskan pekerjaan dalam proyek dilakukan secara dinamis dan mengikuti perubahan yang ada. Perubahan yang terus berjalan tersebut memicu penciptaan pengetahuan baru setiap harinya.
Orang yang terkait langsung dengan kegiatan proyek tersebut bertanggung jawab penuh untuk memastikan bahwa knowledge yang sudah ada tetap terjaga sehingga tetap dapat dirunut di mana dan siapa yang mempunyai knowledge. Untuk itu, diperlukan knowledge management agar knowledge dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk menciptakan keunggulan kompetitif dan business value bagi perusahaan.
Dalam proyek, knowledge dapat didentfikasi menjadi 2 type, yaitu
1. Knowledge yang melekat pada produk, di mana produk tersebut merupakan hasil karya intelektual dan aktivitas kreatif.
2. Meta-knowledge, yaitu knowledge tentang produk dan proses itu sendiri.
Jadi proyek dan knowledge adalam suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam mengaplikasikan suatu tujuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar